JANGAN SAMAKAN KUE DAN NOVEL

Setiap kata-kata pasti ada konsekuensinya, setiap buku yang kita baca harus ada tindak lanjutnya,dan setiap ilmu yang kita dapatkan harus ada amalnya.

Sudah hampir 2 bulan ini (feb-mar) aku belum menyempatkan diri untuk membaca buku yang bisa memberikan inspirasi. Entah karena takut waktu terbuang percuma dan melupakan TA atau emang lagi males aja, kayaknya sih faktor yang pertama lebih dominan.

Setiap kali kita membaca buku baik itu novel, ataupun buku2 yang lain kita harus bisa menemukan apa yang harus berbeda dengan diri kita setelah membaca buku itu, harus ada perubahan kearah kebaikan. Jangan sampai kita membaca buku hanya mendapatkan senangnya aja…hanya merasakan polemik2 dan menikmati alur cerita saja dan kemudian hanya merasa exciting dengan hanya membaca. Kembali harus kita tanyakan pada diri kita,, apa yang kita dapat dari membaca buku, novel atau cerita itu. Membaca buku atau novel tidak lain adalah sebuah pelajaran hidup yang tidak secara langsung kita rasakan.

Terkadang aku kagum, betapa kerennya tokoh2 yang ada dalam novel-novel itu, betapa hebatnya dia,,bisakah aku seperti dia, bisakah aku mengambil segi positif dari tokoh novel itu yang kemudian dapat aku terapkan pada diri ini. Aku jangan sampai membaca novel hanya membaca tanpa ada kelanjutan setelah itu, harus ada perubahan yang ada pada diri ini. WAJIB.

Sepertinya hal ini tidak hanya berlaku untuk membaca buku atau novel saja, di saat kita menonton sebuah film, dorama, atau apapun itu…harus ada dalam pikiran kita, apakah yang kita tonton akan memberikan manfaat bagi kita,, adakah hal yang bisa kita ambil dari menonton itu, jangan2 kita hanya membuang waktu saja dan menonton film tanpa ada hikmah yang bisa kita petik dan kita terapkan dalam kehidupan kita,,waste the time,,kalopun nonton film memang menghabiskan waktu,, maka minimal di setiap waktu yang kita buang untuk menonton itu tidak sia-sia, karena ada perubaha dalam diri kita kea rah positif.

Boleh kita membaca novel, buku, nonton dorama, film,dsb….tapi ingat,,ada konsekuensi waktu yang telah kita gunakan untuk itu,,ada kewajiban untuk mendapatkan hikmah yang terkandung yang kemudian kita terapkan pada diri kita….jangan sampai bilang aku suka cerita novel ini,,tapi ternyata lupa akan pesan sebenarnya……jangan menikmati novel dan film seperti makanan,,yang apabila makanan itu habis, habis pula kenikmatannya…..

                            

feelin bluee???

 

Keinginan menulis tiba-tiba menguat kembali,,hati ini sedang sedang mengalami gejala penurunan mungkin karena kotoran hati ataupun karena sesuatu hal yang lain, yang jelas sekrang lagi feelin blue,,aku sendiri sih sebenarnya kurang paham benar dengan istilah itu, tapi kalo ngeliat orang-orang yang menganggap feelin blue itu sebagai perasaan yang lagi pengen sendiri,,lagi sedih tapi juga ga sedih2 amat, mungkin hatiku sedang semacam itu.

Batas TA kurang 2 bulan lagi, mungkin ini faktor terbesar yang membuat hati ini gundaha gulana (halah bahasanya….), tapi emang bener dengan meliat hal-hal yang belum aku mengerti dan melihat waktu TA yang semakin menipis membuat aku semakin “bersemangat” , , kenapa aku member tanda petik dengan kata bersemangat? Mungkin karena aku ternyata belum benar2 bersemangat, masih banyak setan-setan yang bercokol di otak ini dan mengajakak ke arah kemalasan. Aku harus benar2 menguatkan hati, menguatkan jiwa dan bertekad bulat untuk mengalahkan semua kemalasan ini. 2 bulan cuy…ga lama,,sudah ada waktu lagi untuk bermain, nongkrong atau sekedar ngobrol….isi seluruh waktu dengan hal hal yang berguna untuk kemajuan TA,, untuk mewujudkan mimpi indah,,untuk segera menyelesaikan kewajiban dan segera meraih kemandirian. Itu yang seharusnya aku lakukan.

Sudah saatnya aku bertekad. MULAI DARI SEKARANG!!!!

 

Sudah hampir I bulan aku ga sholat lail….kerinduan yang mendalam dengan keheningan dan kesejukan di tengah malam,,keinginan mencurahkan semua permasalahan,,keinginan untuk menceritakan semua hal yomiyang ada di otak ini kepadaNya. Aku sejujurnya merindukan semua ini,,tapi entah mengapa selama sebulan ini masih masih bisa dikalahkan oleh kemalasan dan rasa kantuk yang fana. Hmmmm…aku memang makhluk yang lemah,, makhluk yang masih bisa dikalahkan oleh rasa malas dan nafsu. Bahkan hampir sebulan juga aku ga sholat duha. Sholat sunnah yang lebih mudah dibandingkan sholat lail,,bukannya aku tidak merencanakannya, tapi emang aku lebih sering lupa daripada ingatnya,, banyak hal dalam diri ini yang mesti diperbaiki,banyak hal dalam diri ini yang mesti dilakukan pembenahan secara total. Aku masih setengah hati,, masih belum menjadikan Allah sebagi ghirah utama, masih berpikir materalistis, dan sedikit melupakan faktor Allah sebagai semua penentu jalan hidup ku. Aku masih menjadi makhluk yang egois, makhluk yang sombong di dunia ini,, bahkan terkadang berdoa pun seperti rutinitas….aku terkadang baru tersadar aku kehilangan ruh dari doa itu sendiri,, atau malah sholatku juga seperti ini… YA ALLAH ampuni hambaMu ini,, tolongkan ingatkan aku disaat aku lupa,,ingatkan aku akan semua hal di dunia ini hanya sementara,, ingatkan aku untuk selalu menjadikan diriMu sebagai semangat utamaku. Ya Allah teralu banyak diri ini melupakanMu,, hanya berapa persen dalam waktu yang telah kujalani yang aku habisakan untuk mengingatMu,, betapa tidak bersyukurnya hambaMu ini,,aku tau ENgkau sudah mengingatkanku di surat arrahman,, aku tau ya Allah, Demi Allah aku tau,, tapi entah mengapa hanya di saat-saat tertentu saja aku mengingatnnya. Aku ingin menemukan semangat dariMu semangat untuk menjadi makhluk yang tidak sia-sia, Ya Allah…ampunilah hambaMu ini.

Barokallahu laka....

Bulan maret ini, ada beberapa teman yang merayakan kebahagiannya...menggenapkan agamanya,,sekali lagi..selamat teman, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah,,doakan saya segera menyusul.
Ada satu hal yang membuatku berpikir,,deep thinking bahasa kerennya...
salah satu teman yang menikah ini saya tanya, "kok udah berani mengambil keputusan nikah,bekal mu apa?",dia menjawab cukup dengan satu kata, "iman". Subhanallah...aku merasa kerdil,,cupu,,penakut dan yang paling membuatku merasa kecil,,ternyata imanku memang belum teruji....iman adalah segalanya,, ketika kita percaya dengan Allah aku yakin semua masalah pasti teratasi...apalagi cuma masalah rezeki.
Terlalu banyak pertimbangan yang berhubungan dengan materi kalo ngomongin nikah...terlalu banyak,,bahkan sebagian orang itu bisa menjadi masalah pertama yang harus dipenuhi. Aku hanya ingin menjadi seseorang yang seimbang berpikri realistis dan strategis,,aku sampe sekarang masih berpikir secara konvensional,,punya pegangan dulu sebelum nikah,,sudah mempunyai penghasilan dulu sebelum nikah, baik pegangan secara materi maupun secara agama. Dan aku tidak ingin mengulang kesalahan yang sama....

Aku selalu berharap merasakan perasaan itu  perasaan ingin selalu dekat, perasaan gugup, bingung, dan perasaaan ingin selalu bertemu. Aku selalu menginginkan itu, aku ingin menjadi seseorang yang berarti, seorang yang mampu menentramkan jiwanya, seseorang yang mampu memberi rasa aman,, seseorang yang bisa mengayomi, mendengarkan cerita-ceritanya dengan sabar dan antusias, aku ingin menjadi seseorang yang menghiburnya di saat dia sedih,, menjadi seseorang yang selalu menemaninya dan mendukungnya di masa-masa beratnya. Aku juga ingin menjadi seseorang yang mampu memberikan saran-saran dan nasehat untuk selalu di jalanNya. Aku ingin merasakan perasaan itu, perasaan dibutuhkan,, perasaan dicintai karenaNya. Aku ingin mencintai karenaMu,, Ya Allah berikan aku pikiran yang sehat pikiran yang selalu berorientasi padaMu,, aku ingin menemukan bidadari duniaMu yang selalu mengngatkanku di saat aku lalai,, yang selalu mengajakku untuk ke jalanMu aku ingin mendengarkan suaranya yang menyejukkan yang dari mulutnya keluar kata-kata indah dan menyejukkan hati. Aku merindukan bidadari duniamu yang selalu menurut dengan jalanMu ,, yang selalu menjaga kehormatan diri dan suaminya. Yang selalu memberikan dukungan di saat aku mengalami kesempitan. Ya Allah pantaskah aku mendapatkan bidadariMu dengan keadaanku yang sekarang?? Sejujurnya aku merasa belum pantas,, aku masih sering mengikuti keinginanku,, aku lupa mentarbiyah diri untuk menjadi pendamping bidadariMu. Aku masih merasa belum pantas,,Ya Allah berikan aku kekuatan untuk mentarbiyah diri, berikan aku kekuatan untuk menjalani hidup ini agar lebih berarti. Ya Allah berikan aku kekuatan untuk menjadi seorang pemimpin yang baik. Jadikan aku sebagai laki-laki yang pantas berdampingan dengan bidadariMu.

Ya Allah dekatkan aku dengan bidadariMu,, dan jodohkan aku dengannya….

Ya Allah,, aku ingin mencintai yang dicintai olehMu….

SETELAH SEKIAN LAMA

Ah setelah sekian akhirnya keinginan menulis mulai muncul juga.

Dari terakhr kali menulis banyak peristiwa dalam hidup yang membuatku berpikr dan merenung, banyak sekali.Bahkan mungkin tidak akan cukup dituangkan dalam 200 halaman kertas, mungkin dalam beberapa bulan terakhir ini banyak peristiwa2 yang cukup penting dalam hidupku. Emang sih, semua waktu dalam hidup ini semuanya sebenarnya peristiwa penting, gimana ga,hanya sekali dalam hidup ini kita menjalani detik ini. Tidak akan pernah ada cerita mesin waktu atau cerita kayak proposal daisakusen. 

Beberapa tahun yang lalu aku mulai bersemangat dengan sebuah slogan dalam hidup “semangat meraih dunia n jannahNya” . slogan yang gampang ditulis bahkan gampang juga untuk diomongkan, bahkan doa’nya pun cukup pendek “DOA SAPU JAGAT”. Tetapi aku akui, slogan itu tidak segampang pengucapannya atau mungkin doanya sekalipun. Kehidupan dunia dan akherat adalah impian setiap orang, bahkan orang yang bermaksiat pun pasti pengen juga menjalani kehidupan yang selaras antara dunia dan akherat tetapi mungkin emang tidak setiap orang mampu menjalaninya dengan penuh khidmad dan istiqomah. Banyak godaan dalam hidup ini yang kita tahu itu salah, tetapi tetap saja kita lakukan. Apabila mengevaluasi kembali slogan yang telah aku canangkan beberapa tahun lalu. Mengevaluasi pada diri sendiri, sudahkah setiap hal yang aku perbuat sekarang mendekati slogan itu?hmmm…cukup sulit menjawabnya,atau sebenarnya malah gampang? Jawabannya pasti BELUM. Banyak pencapaian diri untuk mendekat denganNya sering terlupakan atau bahkan sengaja dilupakan untuk menyelesaikan urusan dunia. Tapi aku harus selalu berusaha menjadikan diri ini selalu berjalan di jalanNya. Mentarbiyah diri agar siap menerima amanahNya….dan berusah melatih diri agar mampu siap sebelum menggenapkan agamaNya.

Ya Allah berilah aku kekuatan untuk selalu menjalankan perintahMu..mudahkanlah aku dalam menjalan ibadah kepadamu. Jadikan aku manusia yang bermanfaat bagi lingkungan…dan jangan jadikan aku hamba yang fasik,,anak yang durhaka,,teman yang tidak setia,,dan orang yang tidak bisa dipercaya…

Dan berikan aku bidadari dunia yang enak dipandang mata,,menyejukkan hati dan jiwa,,dan penggenap agama yang selalu mengingat untuk selalu berjalan di jalanMu.

Berikan aku kesuksesan di dunia dan akherat…aminnnn

“SEMANGAT MERAIH DUNIA dan JANNAHNYA”

BERIKAN DAN LUPAKAN

“BERIKAN DAN LUPAKAN”

Ah…aku tanpa sengaja membuat kata-kata itu,, dan ternyata cukup berarti buatku. Ikhlas adalah kunci berkomunikasi, kunci sebuah relationship, kunci keberhasilan seseorang dalam memaknai hidup. Orang jawa bilang LEGOWO. Dalam menjalin sebuah komunikasi atau hubungan dengan siapapun, apapun, kita harus dituntut bersikap ikhlas, legowo. Di film kiamat sudah dekat digambarkan kalo mencapai sebuah keihklasan seseorang tidak bisa belajar dari buku. Ikhlas bersumber dari hati yang bersih. Hati yang mencoba untuk tidak membebani diri dengan hal-hal yang tidak berguna. Hati yang ingin memfokuskan diri untuk mendapatkan ridhoNya.Hati yang tidak mendendam atas apa yang pernah diperbuat orang pada dirinya. Hati yang ingin selalu terfokus pada diriNya. Hati yang ingin menata diri.

Berikan dan lupakan, itu kunci keikhlasan, kata yang tanpa sengaja terketik di saat bingung mo nulis apa di shotoutnya friendster. Hmmm…sebenarnya kata2 ini kurang tepat kalo dibilang ga sengaja terketik, mungkin yang lebih tepat adalah buah dari renungan dari banyak kejadidan yang aku alami. Kejadian kejadian yang dituntut untuk dilupakan.  Kejadian yang bakalan tidak ada faedahnya untuk selalu disimpan di memori otak.

Banyak kejadian yang bisa sedikit terselasaikan dengan kata-kata ini,misalnya paling gampang waktu kita member i seseorang kebaikan, “berikan dan lupakan” bisa menjadikan kita tidak berharap mendapat imbalan dari orang tersebut, jadinya kita ga berharap, kalopun dapat balasan kebaikan Alhamdulillah…kalopun ga,ya gpp,,kita ga udah lupa kok habis ngapain aja.

Contoh lain nih…misalnya ada seseorang mo utang ke kita 50rb,, ya udah kita kasih aja….dan kita ikhlaskan dengan melupakan kalo kita udah ngasih. Jadinya kalopun dia ga bayar ,, ya udah kan kita dah lupa udah memberi seseorang,, nah kalo orang tersebut bayar utangnya…Alhamdulillah dapat rejeki, iya ga???

Ada sebuah kejadian yang menarik juga…ada seorang teman yang sms ke seseorang (kayaknya sih orang special), 10 menit habis sms dia marah2 gara2 someone yang di sms belum bales,,10 menit kemudian masih tetap marah gara2 belum dibales. Kalo pake rumus “berikan dan lupakan” kayaknya dia ga bakalan marah2. Kalo diasumsikan sms adalah bentuk sebuah perhatian atau sebuah simpati, ataupun cinta. Maka seharusnya dia ga perlu marah,, karena ketika kita memberi simpati ataupun cinta ga perlu kita menanyakan apakah orang tersebut mau membalasnya apa tidak. Cinta harus diberikan kepada siapa saja. Simpati harus kita berikan ke siapa aja dan apa saja, tanpa harus kita bertanya apakah dia mau membalasnya. Mencintai adalah kewajiban dan dicintai bukanlah imbalan…….

Maka berusahalan mencintai bukan karena ingin dicintai…berusahalah mencintai dari dalam hati….berusahalah mencintai karena ilahi robbi…dengan caraNya

Mencintai yang dicintai oleh cintaku….

Inti dari kata “berikan dan lupakan” adalah berusahalah tidak berharap pada makhlukNya…berharaplah pada sang Khalik... karena semua cinta bersumber padaNya.

About My Feeling

satu hal yang membuatku bersemangat.........KEKUATAN VISI....
semoga hal lain tidak menjadi hambatan untuk pencapaian visi ini
saatnya berusaha sekuat tenaga, mengatur jadwal dan mematuhinya...gimana kalo jadwal yang dibikin buat 2 minggu ke depan itu dibikin terus sampe ajal menjemput...bisakah??? :D

About my feeling :
dunno..yang jelas, aku merasa ingin menjadi seseorang yang mampu membuktikan bahwa aku tidak bisa dipandang sebelah mata...aku harus bisa menjadi orang yang sukses...di dunia maupun di akherat...aku ingin membuktikan bahwa aku juga bisa serius dalam menjalani hidup,biarkan hidup mengalir..tapi pastikan ke arah yang benar....
kata2 ku yang dulu,yang mengatakan bahwa aku akan berusaha sekuat tenaga dengan seluruh kemampuan..membuatku berpikir. Masih ada Allah yang menentukan segalanya...tapi aku juga bingung dalam hal ini berusaha sekuat tenaga sampai sajauh mana...yang jelas,,sekarang bukan saat yang tepat untuk ngotot sekarang adalah saat yang tepat membangun pondasi, membangun kerangka, dan membangun konsep diri....matangkan diri, jadikan diri menjadi yang terbaik, maka yang lain pun akan mengikuti.... insyaAllah

Sekarang aku emang bukan siapa2 bukan apa2.......dan akan seterusnya begitu di mata Allah.....kewajibanku hanya beribadah dan menjadi khalifah dunia....
Tapi aku tidak ingin biasa2 saja menjadi manusia....aku ingin menjadi sebaik-baik manusia....

Jangan jadikan hati tergantung orang lain....Allah lah yang membolak balikkan hati...maka jadikan hati ini selalu kepadaNya
"ya Allah ampuni hambaMu, dekat diriku padaMu, dan jadikan setiap hembus nafasku adalah ibadah kepadaMu"

TITIK TERENDAH......

Setelah merasakan dicabutnya nikmat sehat dari tubuh ini aku ternyata masih saja menderita penyakit akut....MALES....ya Allah di akhir kuliah ini berikan aku semangat untuk meraih yang terbaik. Di saat semua tugas menumpuk...dan aku bingung harus memulai dari mana :D,, tapi satu hal yang harus tertanam dalam otakku...semua itu bukanlah beban,,melainkan sarana pengembangan diri menjadi yang lebih baik.Semua adalah amanah yang wajib ditunaikan..... insyaAllah...
Setelah kesusahan pasti ada kegembiraan....

SEMANGAT

From me to myself

"Ketika di depanmu masih ada harapan....raihlah dengan perjuangan....Ketika di depanmu masih ada rintangan.....taklukkan dengan seluruh kekuatan....Ketika di depanmu ada kesedihan....sambutlah dengan senyuman" (wiwox 2007)

Allah tidak akan memberikan beban di luar kekuatan kita. Dia lebih tau daripada diri kita. Tapi terkadang kita merasa lebih tau soal diri kita.
Minggu ini terlihat berat tapi aku yakin bisa melaluinya,jangan melauinya dengan biasa-biasa saja, harus luar biasa. Jangan merendah kan diri sendiri, tapi jangan mencoba bersombong diri. Yang terpenting adalah ketawaduan.

Masa depan masih terbentang luas, masih menunggu kontribusi kita.....apakah cuma sampai sini saja kontribusimu??? sebagai mahasiswa...sebagai seorang warga negara...dan sebagai seorang hambaNya yang wajib menjunjung tinggi diinNya. Mana rencana rencana kontribusi??? mana rencana2 dakwah???
Kita berada di titik aman bukan tanpa konsekuensi, semua butuh konsekuensi....perjuangan,,pengorbanan adalah bagian dari kontribusi. Bermanfaat bagi orang lain adalah TUJUAN.  Bermanfaat buat orang lain bukanlah sampingan....APA manfaat dirimu??? apakah orang2 di sekitarmu sudah mengambil manfaat dari dirimu?? apakah KAU sudah bermanfaat buat lingkunganmu,,buat negaramu,,buat agamamu!!!!

DON't Be a Loser
Jadilah orang yang bermanfaat, karena sebaik-baik manusia, adalah yang bermanfaat buat orang lain!!!!


Renungkan,apa rencanamu dalam berkontribusi!!!!

Ya Allah lancarkanlah studiku....lancarkanlah semua amanahku....aku tidak ingin engkau bertanya soal amanah,dan aku tidak berani menjawabnya!!!!
Ya Allah berilah yang terbaik untukku,,engkau jauuuuuuh lebih tau dari diri ini.
Gantikan Pohon yang mati dengan tunas tunas yang siap meraih masa depan,,berilah aku semangat yang membara,,berikan aku ghirah untuk meraih jannahMU
Ya Allah  berilah kemudahan dalam menjalankan perintahMU
dan berikan aku bidadari surgamu :D
AMIN

COBALAH UNTUK SEGERA BANGKIT

Satu hal yang harus ada di benakku,di otakku, di mind set, bahkan di alam bawah sadarku....bahwa semua hal yang terjadi di dunia ini adalah tidak terlepas dari skenarioNya. Bahkan satu hal kecil yang terjadi di hidup ini bukanlah faktor ketidaksengajaan. Saya selalu berpikir bagaimana menjadikan hidup ini lebih baik...bagaimana menjadikan kualitas pribadi ini menjadi lebih baik. Saya mencoba menargetkan solat wajib di masjid aja... masih ada halangan2 yang mungkin selalu menjadi alasan. Karena kuliah, ga denger azan... dsb tapi saya sadari dengan yakin mungkin tekad saya untuk itu memang kurang menggebu kurang kuat, gampang futur, gampang terlena oleh keadaan. Sekarang saya mencoba belajar, tapi entah kenapa saya cuma disibukkan oleh kepentingan dunia. Bahkan dalam merencanakan masa depan pun hal hal yang ada di otak hanya kerja, s2, nikah.... Mana belajar agama, mana belajar meraih ilmu Allah yang malah wajib kita pelajari...mana planning untuk berdakwah....mana??? yang dipikirkan hanya bagaimana mencari materi, sukses, memang dlam doa aku selalu berdoa "ya Allah, berilah aku kesuksesan dunia dan akherat" tapi dalam prakteknya belum maksimal ke arah akherat, hanya belajar dari buku2...itu kalo pas rajin baca, kalo ga??
Saya emang masih banyak kelemahan, banyaaaaakk sekali, dan sampe sekarang baru tahap tambal sulam, semoga antara debit yang keluar lebih kecil daripada debit yang masuk, sehingga proses perubahan diri ke arah yang lebih baik bisa terwujud.Amiin.

Ya Allah berilah saya kekuatan untuk menjalankan perintahMu, menjalankan hal yang sunnah dan yang wajib di Diin ini. berilah saya kekuatan untuk menjauhi yang haram.
Berilah saya kesuksesan dunia maupun akherat.
Berilah saya jodoh yang solihah, karena jodohku adalah penggenap agamaku.

Menikmati keterbatasan.....

Semester ini cukup merepotkan buat saya seorang mahasiswa yang biasa biasa saja. Kuliah yang mencoba saya paksakan untuk mengambil lebih dari beban biasanya ternyata cukup berpengaruh juga. Ditambah amanah amanah yang ternyata cukup menyita perhatian. Tapi satu hal yang sangat saya syukuri , Allah memberikan kesibukan buat saya, yang karena kesibukan ini membuat saya tersadar betapa berharganya waktu. Terbuangnya 10 menit waktu karena sekedar melamun ataupun melihat TV ternyata sedikit muncul penyesalan. Tapi sekali lagi saya cuma manuisa biasa yang banyak melakukan kelalaian. Dengan keadaan semacam in ternyata kurang membuat saya terlecut,bahkan ujian yang bertubi tubi, tugas, laporan praktikum, tugas pendahuluan praktikum,tugas serta amanah amanah masih membuat saya terlena. Jadwal harian per jam yang dari sebulan lalu saya bikin ternyata hanya berapa persen yang saya taati. Tapi saya akui melalaikan waktu adalah sebuah kefatalan....